Senin, 13 April 2015

Laporan Praktikum Genetika Tumbuhan | Acara 3 Persilangan Monohibrid



LAPORAN PRAKTIKUM
GENETIKA TUMBUHAN


ACARA III
PERSILANGAN MONOHIBRID










Semester:
Ganjil 2014





Oleh:
Akbar Wahyu Haji
A1L113037 / G






KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN DAN BIOTEKNOLOGI
PURWOKERTO
2014



I.         PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang


Sebelum Mendel sesungguhnya sudah banyak juga banyak dilakukan pengamatan genetis terhadap berbagai tanaman, yang tujuannya untuk mendapat varietas buah dan sayur yang bermutu dan menghasilkan banyak. Ada 2 sarjana yang melakukan percobaan genetika sebelum Mendel, yakni T.A Knight (1799) dan J. Goss (1824). Knight memakai kacang ercis untuk bahan percobaan, ia menyilangkan 2 varietas yang berbeda warna pada batang, bunga dan biji. Sedangkan Goss melakukan percobaan pada buncis. Dari percobaan tiga generasi ini, Goss tak dapat membuat rumusan karakter itu.
Mendel berhasil membuat rumusan karakter itu, dan membuat perbandingan matematis. Ia juga bayak malakukan percobaan terhadap tanaman kacang ercis yang ditanam di sekitar pekarangan rumahnya. Ia melakukan pernyerbukan silang buatan terhadap bunga – bunga ercis untuk beberapa generasi. Hasil percobaan dan kesimpulannya dimasukkan dalam suatu karangan berjudul “Experiments in Plant Hybridation”, dan dia bacakan di depan sidang Himpunan Sejarah Alam Brunn tahun 1865.
Hukum Mendel I; Pemisahan gen sealel, dalam bahasa Inggris disebut; Segregation of allelic genes. Peristiwa pemisahan sealel ini, terlihat ketika pembikinan gamet individu yang memiliki genotip heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel itu. Hukum ini disebut juga Hukum Segaregasi. Berdasarkan percobaan menyilang 2 individu yang memiliki 1 karakter berbeda ; Monohibrid (Yatim, 1986).

B.       Tujuan


Praktikum acara III tentang persilangan monohibrid bertujuan untuk membuktikan Hukum Mendel I pada persilangan monoihibrid.



II.      TINJAUAN PUSTAKA



Mendel menyilangkan kacang kapri atau ercis (Pisum Sativum) karakter normal (tinggi) dengan kacang kapri rendah (abnormal). Ukuran yang normal itu ialah 1,8 m, yang kerdil 0,3 m. Melakukan persilanga itu penyerbukan sendiri dicegah lebih dulu dengan membuang benang sari bunga bersangkutan sebelum sempat matang, lalu serbuk sari dari batang pohon lain yang diinginkan dilekatkan ke kepala putik, sehingga terjadilah penyerbukan silang buatan. Biji yang dihasilkan oleh bunga yang disilangkan itu ditanam, tumbuhlah tanaman yang memiliki karakter hasil persilangan (Yatim, 1986).
Salah satu alasan mengapa Mendel memilih meneliti tanaman ercis adalah tanam itu tersedia dalam banyak varietas. Misalnya satu varietas memiliki bunga ungu sedangkan varietas yang lain berbunga putih. Keuntungan dari penggunaan tanaman ercis adalah waktu generasinya yang pendek dan jumlah keturunan yang banyak dari setiap perkawinan. Selain itu, Mendel juga dapat mengontrol perkawinan antar tanaman dengan ketat. Organ – organ reproduksi tanaman ercis terletak pada bunganya dan setiap bungan ercis memiliki penghasil polen (stamen/benang sari) sekaligus organ pengandung sel telur (karpel/putik)
(Campbell, 2008).
            Biji – biji yang ditanam itu ia menemukan bahwa semuanya tumbuh berupa kacang yang normal (tinggi). Jika kacang hasil silangan ini disilangkan lagi sesamanya, ternyata biji yang tumbuh dari silangan itu ada 2 rupa. Sebagian tinggi, sebagian rendah (Yatim, 1986).


 
III.   METODE PRAKTIKUM



A.      Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan dalam praktikum acara ini meliputi: biji kedelai, media tanam (tanah) dan lembar pengamatan. Alat yang digunakan antara lain: seedbox, petridish dan alat tulis.

B.       Prosedur Kerja


1.             Biji populasi P1,P2, F1 dan F2 ditanam pada seedbox berisi tanah
2.             Biarkan biji kedelai tumbuh dan berkecambah
3.             Warna batang yang muncul (putih atau ungu) diamati
4.             Warna batang biji ditabulasikan




IV.   HASIL DAN PEMBAHASAN



A.      Hasil


P1         : P1.1                 ><        P1.2
                (Grobogan)                  (Muria)
            (Ungu / H)                   (Hijau / h)
Gamet : HH                ><        hh
F1        : Hh
F2        : 1HH : 2Hh : 1hh
Tabel uji X2 hasil pengamatan warna batang kedelai

Karakteristik yang diamati
Jumlah total
Ungu
Hijau
Observasi (O)
13
5
18
Harapan (H)
18
0
0
0
0
0
Kesimpulan: X² tabel (3,84)< X² hitung,sehingga hasil yang diperoleh signifikan (sesuai dengan perbandingan Hukum Mendel I).
B.       Pembahasan


Mendel menyimpulkan hukum segregasi dari percobaan – percobaan yang hanya mengikuti satu karakter tunggal, misalnya warna bunga. Semua progeni F1 yang dihasilkan dalam persilangan – persilangan yang ia lakukan dari induk galur murni merupakan monohibrid, artinya bersifat heterozigot hanya untuk satu karakter. Kita menyebut persilangan diantara heterozihot – heterozigot semacam itu sebagai persilangan monohibrid (monohybrid cross). Peristiwa hukum Mendel 1 (pemisahan gen sealel) terlihat ketika pembentukan gamet individu yang memiliki genotip heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel itu. Hukum Mendel 1 juga disebut Hukum Segregasi. Berdasarkan percobaan menyilang 2 individu yang memiliki satu karakter berbeda biasa kita sebut dengan Persilangan Monohibrid.
Pengamatan persilangan monohibrid yang telah dilakukan menggunakan varietas kedelai Muria dan kedelai Grobogan. Kedelai varietas Muria dilepas pertama kali pada tahun 1987. Produktivitas kedelai varietas Muria memiliki 1,8 ton per hektar dan mempunyai kelebihan/kunggulan tahan terhadap penyakit karat daun. Sedangkan varietas kedelai yang satunya lagi adalah kedelai Grobogan. Varietas Grobogan merupakan varietas lokal yang sudah sejak lama menjadi mayoritas pilihan petani Jawa Tengah. Keunggulan atau kelebihan varietas ini adalah umurnya lebih pendek,  polongnya besar dan tingkat kematangan polong dan daun bersamaan, oleh karena itu, saat dipanen daun kedelai sudah rontok.
Persilangan monohibrid merupakan persilangan antar dua spesies yang sama dengan satu sifat yang beda. Persilangan monohibrid mempunyai fungsi terutama pada bidang pertanian yaitu, para ilmuwan berhasil menyilangkan berbagai jenis padi sehingga akhirnya ditemukan bibit padi yang memiliki sifat unggul berdaya hasil tinggi, umur pendek, dan rasanya enak. Ditemukan pula bibit kelapa hibrida dan jagung hibrida yang berdaya hasil tinggi.
Sel mangalami pembelahan sel pilinan itu jadi sangat rapat, sehingga kromatin memendek dan membesar. Waktu itu dapatlah kita mengamati dan terlihat jelas bagian – bagiannya dibawah mikroskop, itulah yang disebut kromosom. Seperti yang telah disinggung istilah kromosom di acara 1 tentang pengamatan perilaku kromosom. Kromonema itu, baik ketika dalam bentuk kromatin maupun kromosom, terdiri dari beberapa serat (fibril) halus dan dibina atas 2 macam molekul: DNA (asam nukleat deoksiribosa) dan protein. Proteinnya terutama berupa histon. Gen ialah unit bahan genetis, dan istilahnya diperkenalkan pertama kali oleh W. Johanssen. Gen terdiri dari DNA, sedang histon yang disebut diatas berada disebelah luar atau diantaranya. Gen –gen yang terletak pada lokus sama, memiliki pekerjaan sama, hampir sama atau berbeda tetapi untuk satu tugas tertentu disebut alel. Lokus adalah tempat tertentu pada kromosom yang diduduki oleh satu alel dari suatu sifat. Bentuk luar atau bagaimana kenyataannya karakter yang dikandung suatu individu disebut fenotip, contohnya antara lain rambut pirang, rambut lurus, mata biru, hidung mancung, golongan darah A, bule dsb. Sedangkan bentuk atau susunan genetis suatu karakter yang dikandung suatu individu disebut genotip, misalnya dalam setiap sel tubuhnya AA, Aa, Cc, Aa Bb, r’R’.
Tahap praktikum acara tiga adalah siapkan seedbox yang telah diisi dengan tanah yang telah dilembabkan, kemudian letakan secara merata biji kedelai yang telah disediakan, tunggu selama kurang lebih satu minggu sampai berkecambah serta  sampai muncul warna pada batang kedelai (F2) tersebut muncul kemudian diamati. Hasil yang kami dapatkan pada praktikum kali adalah 12 batang kedelai berwarna ungu dan 4 batang berwarna putih. Hasil dari perhitungan kelompok kami, X² sebesar 0,8 kurang dari X² tabel sebesar 3,84 maka hasil tersebut signifikan atau sesuai dengan perbandingan.





V.      KESIMPULAN DAN SARAN



A.      Kesimpulan


Persilangan monohibrid adalah persilangan pada suatu organisme yang memiliki satu sifat beda. Hukum Mendel I disebut juga Hukum segregasi atau pemisahan gen sealel yang menghasilkan perbandingan genotip F2 = 1 : 2 : 1. Pada kasus dominan penuh, keturunan yang didapatkan pada F1 akan menunjukan perbandingan fenotip dominan dan resesif 3:1 atau perbandingan genotip 1:2:1. Perbandingan fenotip menggunakan uji X². Kesimpulan yang diperoleh X² tabel (3,84)< X² hitung, sehingga hasil yang diperoleh signifikan (sesuai dengan perbandingan Hukum Mendel I).

B.       Saran


Sebaiknya praktikum dilaksanakan dengan benar – benar teliti dan cermat juga memperhatikan prosedur kerja.




DAFTAR PUSTAKA



Crowder, L.V. 1986. Genetika Tumbuhan. Gadjah Mada University Press :
Yogyakarta.

Campbell, Neil A. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Erlangga : Jakarta.
Dwijoseputro, D. 1977. Pengantar Genetika. Bharata : Jakarta.
Suryo. 1984. Genetika. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.
Yatim, Wildan. 1991. Genetika. Tarsito : Bandung.



0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda