Senin, 01 Desember 2014

Laporan Praktikum Genetika Tumbuhan | Acara 2 Teori Kemungkinan



LAPORAN PRAKTIKUM
GENETIKA TUMBUHAN


ACARA II
TEORI KEMUNGKINAN










Semester:
Ganjil 2014





Oleh:
Akbar Wahyu Haji
A1L113037/G






KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN DAN BIOTEKNOLOGI
PURWOKERTO
2014
I.         PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang


Terbentuknya individu hasil perkawinan yang dapat dilihat dalam wujud fenotip, pada dasarnya hanya merupakan kemungkinan – kemungkinan pertemuan gamet jantan dan betina. Keturunan hasil perkawinan atau persilangan tidak dapat dipastikan begitu saja, melainkan diduga berdasarkan peluang yang ada. Sehubungan dengan itu, teori kemungkinan sangat penting dalam genetika.
Evaluasi hipotesis genetik memerlukan suatu uji yang dapat mengubah deviasi - deviasi dari nilai – nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dari ketidaksamaan demikian yang terjadi oleh peluang. Uji ini harus pula memperhatikan besarnya sampel dan jumlah peubah (derajat bebas). Uji ini dikenal sebagai uji X² (Chi Square Test).
Analisis peluang sangat berguna terutama dalam mempelajari sifat – sifat kualitatif. Peluang adalah suatu kemungkinan yang akan terjadi/timbul, dinyatakan dengan nilai antara 0 sampai 1. Kejadian yang mustahil terjadi yaitu mempunyai 0 atau 0%, tetapi yang pasti terjadi mempunyai nilai 1 atau 100%.

B.       Tujuan


Praktikum acara 2 teori kemungkina bertujuan untuk mengetahui dan berlatih menggunakan uji X² dan dapat menggunakannya kembali untuk persilangan yang sesungguhnya.

II.      TINJAUAN PUSTAKA



Probabilitas atau istilah lainnya kemungkinan, kebolehjadian, peluang dan sebagainya umumnya digunakan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapat dipastikan. Dapat juga digunakan untuk menyatakan suatu pernyataan yang tidak diketahui akan kebenarannya, diduga berdasarkan prinsip teori peluang yang ada. Sehubungan dengan itu teori kemungkinan sangat penting dalam mempelajari genetika. Kemungkinan atas terjadinya sesuatu yang didinginkan adalah sama dengan perbandingan antara sesuatu yang diinginkan itu terhadap keseluruhannya ( Suryo, 1984 ).
Dalam ilmu genetika teori kemungkinan ikut berperan penting. Misalnya mengenai pemindahan gen-gen dari induk / parental ke gamet-gamet, pembuahan sel telur oleh spermatozon, berkumpulnya kembali gen-gen di dalam zigot sehingga dapat terjadi berbagai macam kombinasi. Untuk mengevaluasi suatu hipotesis genetik diperlukan suatu uji yang dapat mengubah deviasi-deviasi dari nilai-nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dan ketidaksamaan demikian yang terjadi oleh peluang. Uji ini harus memperhatikan besarnya sampel dan jumlah peubah ( Yatim, 1991 ).
Uji chi-kuadrat atau chi-square digunakan untuk menguji homogenitas varians beberapa populasi. Uji Chi Square merupakan uji yang dapat mengubah deviasi dari nilai – nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dari ketidaksamaan demikian yang terjadi oleh peluang. Uji ini harus memperhatikan besarnya sampel dan besarnya peubah / derajat bebas ( Yatim, 1991 ).
III.   METODE PRAKTIKUM



A.      Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan dalam praktikum acara 2 adalah mata uang logam, dan lembar pengamatan. Sedangkan alat yang digunakan meliputi: uang logam, kalkulator, dan alat tulis.

B.       Prosedur Kerja


1.             Satu keping mata uang logam dilempar ke atas, lalu dicatat hasilya (angka atau gambar) . Pelemparan dilakukan 50x dan 100x. Analisis hasilnya dengan uji X².
2.             Dilakukan hal yang sama untuk kasus dua keping mata uang logam yang dilempar sekaligus serta kasus tiga mata uang logam yang dilempar sekaligus.
3.             Semua data dicatat pada lembar pengamatan yang disediakan pada saat praktikum, sedangkan hasil analisis dapat ditulis pada lembar yang tersedia dalam diktat.


IV.   HASIL DAN PEMBAHASAN



A.      Hasil


1.             Pelemparan satu koin
a.         Pelemparan sebanyak 50x

Karakteristik
Jumlah
A (angka)
G (gambar)
O
21
29
50
E
50
24,5
0,98
0,49
0,49
0,98
Kesimpulan:
X² tabel (3,84) > X² hitung (0,98) → hasil pengujian signifikan, artinya pengujian sesuai dengan teori.
b.        Pelemparan sebanyak 100x

Karakteristik
Jumlah
A (angka)
G (gambar)
O
45
55
100
E
100
40,5
0,81
0,405
0,405
0,81
Kesimpulan:
X² tabel (3,84) > X² hitung (0,81) → Hasil pengujian signifikan, artinya pengujian sesuai dengan teori.
2.             Pelemparan 2 koin
a.         Pelemparan sebanyak 50x

Karakteristik
Jumlah
AA
AG
GG
Observasi (O)
12
26
12
50
Harapan (E)
50
1,5
0,08
0,02
0,04
0,02
0,08
Kesimpulan:
X² tabel (5,99) > X² hitung (0,8) → Hasil pengujian signifikan, artinya pengujian sesuai dengan teori.
b.        Pelemparan sebanyak 100x

Karakteristik
Jumlah
AA
AG
GG
Observasi (O)
25
39
36
100
Harapan (E)
100
242
7,26
0
2,42
4,84
7,26
Kesimpulan:
X² tabel (5,99) > X² hitung (7,26) → Hasil pengujian tidak signifikan, artinya pengujian tidak sesuai dengan teori.
3.             Pelemparan 3 koin
a.         Pelemparan sebanyak 50x

Karakter yang diamati
Jumlah total
AAA
AAG
AGG
GGG
Observasi (O)
7
20
17
6
50
Harapan (E)
50
 = 0,5625
 = 1,5625
 = 3,0625
 = 0,0625
5,25
0,3466
0,09
0,0833
0,1633
0,01
0,3466
Kesimpulan:
X² tabel (7,81) > X² hitung (3,466) → hasil pengujian signifikan, artinya pengujian sesuai dengan teori.
b.        Pelemparan sebanyak 100x

Karakter yang diamati
Jumlah total
AAA
AAG
AGG
GGG
Observasi (O)
13
36
38
13
100
Harapan (E)
100
 = 0,0625
 = 5,0625
=0,0625
 = 0,0625
5,25
0,14667
X2
0,005
0,135
0,00167
0,005
0,14667
Kesimpulan:
X² tabel (7,81) > X² hitung (0,14667) → hasil pengujian signifikan, artinya pengujian sesuai dengan teori.

B.       Pembahasan


Suatu evaluasi hipotesis genetik memerlukan uji atau tes yang dapat mengubah deviasi – deviasi dari nilai – nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dari ketidaksamaan yang terjadi. Keterkaitan teori kemungkinan atau teori peluang dengan ilmu genetika adalah untuk memprediksi terbentuknya individu baru dari hasil perkawinan antara dua induk dengan sifat atau karakter berbeda yang dapat dilihat dalam wujud fenotip, karena keturunan hasil perkawinan / persilangan tidak dapat dipastikan begitu saja, melainkan hanya diduga berdasarkan peluang yang ada. Oleh karena itu, peranan teori kemungkinan sangat penting dalam mempelajari genetika.
Pada hasil uji Chi Square, ada yang signifikan dan ada pula yang tidak signifikan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil uji Chi Square tidak signifikan atau tidak sesuai perbandingan, diantaranya adalah ketelitian mahasiswa dalam mengambil sampel, kepastian perbandingan rasio fenotip pada sampel (misalnya pada penyediaan jumlah kancing warna baju pada acara 5 harus  sesuai dengan perbandingan fenotip sampel). Faktor lainnya adalah ketelitian mahasiswa dalam proses penghitungan, karena hal ini sangat berpengaruh pada hasil penghitungan yang akan dibandingkan dengan teori. Oleh karena itu, mahasiswa harus betul – betul jeli dalam melakukan percobaan uji Chi Square agar hasil percobaan signifikan dan hipotesis dapat diterima. Untuk standar signifikan X² tabel yaitu sebanyak 5% dengan perbandingan X² hitung. Jika X² hitung melebihi perbandingan standar X² tabel 5%, maka hasil tidak signifikan.
Selain penggunaan Uji Chi square dalam menyelesaikan percobaan kemungkinan, ada juga rumus lainnya, diantaranya yaitu penggunaan rumus Binomium atau disebut juga operasi Binomial dengan rumus (a+b)n. Misalnya perkawinan dua orang bergenotip Aa, berapa kemungkinan anak pertama bergenotip AA dan anak kedua juga bergenotip AA atau anak pertama Aa dan anak kedua Aa. Untuk menjawab pertanyaan seperti ini kita menggunakan operasi binomial.
 
a dan b: besarnya kemungkinan dari suatu peristiwa
n: banyaknya semua peristiwa.
Dalam teori peluang digunakan uji Chi Square atau X² karena uji X² menguji rasio hasil pengamatan terhadap suatu karakter kualitatif apakah mengikuti suatu pola rasio tertentu atau tidak. Selain itu uji Chi Square digunakan karena menguji kesamaan atau kehomogenan beberapa ragam atau variasi. Pada genetika, biasanya materi yang diuji terdiri dari berbagai genotip yang berasal dari berbagai generasi turun – temurun. Ada lagi alasan mengapa uji Chi Square digunakan, yaitu untuk menguji apakah suatu gugus data hasil pengamtan mengikuti sebaran tertentu (misalnya distribusi normal).
Dari semua percobaan yang telah kami lakukan bahwa ada keberhasilan dalam pengujian teori peluang ini dengan menggunakan pelemparan mata uang logam, kemudian dicatat hasilnya. Setelah dicatat barulah diuji dengan menggunakan rumus Chi Square atau uji X². Dalam hal ini, uji X² memiliki fungsi atau peran untuk mengetes apakah rasio fenotip praktis dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan fenotip rasio teoritis. Selain itu pelemparan homogen berfungsi memberikan peluang yang sama terhadap masing – masing sisi baik angka maupun gambar dalam masing – masing karakter yang diamati.
Hasil pengujian yang diperoleh pada pelemparan 1 koin sebanyak 50kali adalah signifikan atau sesuai teori karena X² tabel (3,84)> X² hitung (0,98). Pada pelemparan 1 koin sebanyak 100 kali X² yang diperoleh sebesar 0,81 oleh karenaitu hasil pengujian signifikan. Pada percobaan 2 koin sekaligus sebanyak 50 kali didapatkan X² hitung 0,08 dengan X² tabel 5,99, sehingga data yang diperoleh signifikan. Sedangkan X² hitung pada pelemparan 2 koin sebanyak 100 kali sebesar 2,76 sehingga data yang diperoleh signifikan karena X² tabel 5,99. Pelemparan 3 koin sekaligus sebanyak 50 kali memperoleh X² hitung sebesar 3,466 sedangkan X² tabel sebesar 7,81 sehingga data yang diperoleh signifikan. Pada pelemparan 3 koin sebanyak 100 kali didapatkan X² hitung sebesar 0,14667 artinya data yang diperoleh signifikan karena X² tabel sebesar 7,81.


V.      KESIMPULAN DAN SARAN



A.      Kesimpulan


1.             Kemungkinan atau istilah lainnya kebolehjadian, probabilitas, peluang dan sebagainya umumnya digunakan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapat dipastikan
2.             Dalam praktikum kali ini digunakan uji X² atau dikenal sebagai uji Chi Square. Uji ini menggunakan taraf 5% atau 1% karena sudah menjadi kebiasaan.
3.             Penggunaan teori kemungkinan dan uji X² dapat digunakan untuk memudahkan dalam menentukan hasil persilangan yang sesungguhnya
4.             Teori peluang atau teori kemungkinan sangat berperan penting bagi ilmu genetika karena hasil perkawinan atau persilangan tidak dapat dipastikan begitu saja tetapi berdasarkan peluang yang ada.


B.       Saran


Dalam pelaksanaan praktikum dilakukan dengan cermat, teliti dan hati – hati, tidak tergesa – gesa agar mendapatkan hasil yang maksimal, memuaskan, ditrima atau signifikan.



DAFTAR PUSTAKA



Crowder, L.V. 1986. Genetika Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Press.
Dwijoseputro, D. 1977. Pengantar Genetika. Jakarta : Bharata.
Suryo. 1984. Genetika. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Sujana. 1976. Metode Statistik. Bandung : Tarsito.
Yatim, Wildan. 1991. Genetika. Bandung : Tarsito.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda